Tanah Bumbu Raih The Most Interactive di Ajang Apkasi Expo 2026

oleh -26 Dilihat
oleh

BATULICIN, Mediabersujud.com Lapsus – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu meraih penghargaan Stand Terbaik kategori “The Most Interactive Category” pada ajang Apkasi Otonomi Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Penghargaan tersebut diserahkan  dalam rangkaian acara penutupan Apkasi Otonomi Expo 2026.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyambut baik penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk terus berinovasi dan memperkenalkan berbagai potensi daerah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berinovasi dalam membangun Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab,” ujar Andi Rudi Latif.

Selain menjadi ajang promosi daerah, keikutsertaan Tanah Bumbu dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi unggulan kepada masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Andi Rudi Latif, yang juga menjabat Wakil Bendahara Umum Apkasi, berharap potensi Tanah Bumbu semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, promosi potensi daerah melalui expo dapat membuka peluang kerja sama dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Pada Apkasi Otonomi Expo 2026, Kabupaten Tanah Bumbu menampilkan berbagai potensi unggulan. Di antaranya sektor perkebunan, pertanian, pariwisata, Tenun Pagatan, serta berbagai produk UMKM.

Keunikan dan keberagaman potensi tersebut dikemas dalam konsep stand yang interaktif. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat produk, budaya, serta potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Tanah Bumbu.

*Tenun Pagatan Curi Perhatian*

Apkasi Otonomi Expo 2026 berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Menjelajahi Ragam Komoditas Indonesia Tanpa Batas”.

Selama tiga hari pelaksanaan, expo menghadirkan berbagai agenda yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat.

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Agenda kemudian dilanjutkan dengan talkshow BPDP mengenai peran strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kelapa sawit berkelanjutan.

Selain itu, terdapat forum perdagangan antardaerah, workshop e-Katalog LKPP versi 6.0, serta pertunjukan seni dan budaya.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan workshop peningkatan kapasitas untuk mendukung aksesi Indonesia ke OECD serta business and partnership matching komoditas dan investasi daerah.

Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan Fashion Wastra Nusantara. Pada agenda tersebut, Kabupaten Tanah Bumbu tampil melalui busana Tenun Pagatan bertajuk “Laras Pagatan”.

Penampilan tersebut mendapat perhatian pengunjung sekaligus memperkenalkan Tenun Pagatan sebagai salah satu kekayaan budaya dan produk unggulan Tanah Bumbu.

Pada hari ketiga, rangkaian Apkasi Otonomi Expo 2026 ditutup dengan pertunjukan seni dan budaya.
Kabupaten Tanah Bumbu kembali tampil melalui Tari Atas Laut. Tarian tersebut menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat pesisir Tanah Bumbu.

*Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional*

Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2026 dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, para duta besar negara sahabat, Gubernur Banten, jajaran pengurus Apkasi, serta para bupati dari berbagai daerah.

Hadir pula Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi, Ketua Harian Dadang Supriatna, Sekretaris Jenderal Joune James Esau Ganda, dan Bendahara Umum Radityo Egi Pratama.

Penghargaan The Most Interactive Category menjadi capaian positif bagi Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperkenalkan potensi daerah melalui ajang promosi dan investasi berskala nasional tersebut.

Di Expo Kalsel  2026 Tanah Bumbu Usung  Digitalisasi Hingga Raih Juara

Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih Juara I Stand Kabupaten/Kota pada ajang Kalsel Expo 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin di Banjarbaru.

Keberhasilan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsep stand Tanah Bumbu yang memadukan potensi daerah, produk unggulan, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi digital.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab Tanah Bumbu untuk terus berinovasi, khususnya dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa Tanah Bumbu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami akan terus mendorong inovasi agar pelayanan publik semakin modern dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.

Keberhasilan Tanah Bumbu tidak terlepas dari konsep stand yang dikembangkan secara kolaboratif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan mitra usaha. Kolaborasi tersebut menghadirkan informasi dan produk dari berbagai sektor, mulai dari pariwisata, investasi, UMKM, perikanan, kerajinan, hingga industri.

Salah satu pembeda utama stand Tanah Bumbu pada Kalsel Expo 2026 adalah penerapan digitalisasi yang tidak hanya menjadi elemen pendukung, tetapi menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

Melalui buku tamu digital, pencatatan pengunjung dilakukan secara lebih praktis, cepat, terintegrasi, dan tertata. Namun, sistem tersebut tidak berhenti sebagai sarana pendataan. Buku tamu digital menjadi pintu masuk menuju showcase digital Kabupaten Tanah Bumbu yang menghimpun berbagai informasi mengenai potensi dan keunggulan daerah dalam satu platform. Pengunjung dapat mengakses informasi mengenai peluang investasi, destinasi pariwisata, produk UMKM, potensi perikanan, produk Dekranasda, hingga sektor industri yang berkembang di Tanah Bumbu.

Dengan konsep tersebut, informasi yang diperoleh pengunjung tidak terbatas selama berada di area pameran. Berbagai informasi tentang Tanah Bumbu dapat kembali diakses setelah kegiatan berlangsung sehingga promosi potensi daerah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Digitalisasi juga diterapkan pada sisi transaksi. Produk yang tersedia di stand Tanah Bumbu dapat dibayar secara nontunai menggunakan QRIS, sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis dan setiap transaksi tercatat secara real time. Penerapan QRIS sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital.

Konsep stand Tanah Bumbu dibangun melalui kerja sama sejumlah perangkat daerah dan mitra yang membawa informasi serta produk sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan tersebut antara lain mencakup Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri), Dekranasda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosp). Kolaborasi juga diperkuat dengan keterlibatan sektor swasta, salah satunya PT Jhonlin Agro Raya, yang turut memperkenalkan potensi industri dan produk turunan kelapa sawit.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut membuat stand Tanah Bumbu tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer produk, tetapi menjadi etalase yang menggambarkan potensi daerah secara lebih menyeluruh.

Pada sektor pariwisata, informasi destinasi wisata Tanah Bumbu disajikan melalui materi visual dan akses digital. Sementara DPMPTSP memperkenalkan kawasan serta peluang investasi yang tersedia di daerah.

Produk UMKM dan kerajinan menjadi bagian lain yang ditampilkan untuk memperluas promosi produk lokal. Sektor perikanan turut membawa produk olahan unggulan, sedangkan sektor industri memperkenalkan potensi dan produk hasil pengembangan industri daerah.

Pada sektor perikanan, stand Tanah Bumbu turut menghadirkan pentol ikan sebagai salah satu produk olahan unggulan daerah. Produk tersebut tidak hanya diperkenalkan melalui tampilan produk, tetapi juga disajikan secara langsung kepada pengunjung selama pelaksanaan expo.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyediakan sekitar 100 kilogram pentol ikan untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung. Setelah pembagian gratis, pentol ikan juga tersedia untuk dibawa pulang oleh pengunjung melalui transaksi nontunai menggunakan QRIS. Dengan demikian, produk perikanan yang ditampilkan tidak hanya menjadi bagian dari promosi, tetapi juga terhubung dengan konsep digitalisasi transaksi yang diterapkan di stand Tanah Bumbu.

Penggunaan videotron turut memperkuat tampilan stand dengan menyajikan visual mengenai pembangunan, potensi, dan berbagai keunggulan Tanah Bumbu. Konsep ini menjadikan stand Tanah Bumbu sebagai ruang promosi yang tidak hanya menampilkan apa yang dimiliki daerah, tetapi juga menunjukkan bagaimana potensi tersebut dapat diakses dan dikenali masyarakat melalui teknologi.

Dengan konsep digitalisasi yang diusung, Tanah Bumbu tidak hanya menampilkan potensi daerah secara kreatif, tetapi juga memperkuat citra sebagai kabupaten yang terbuka terhadap teknologi dan inovasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.