Bupati Andi Rudi Latif Dorong Peningkatan Produksi Tenun Pagatan

oleh -13 Dilihat
oleh

BATULICIN,Mediabersujud.com Lapsus – Dukungan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif terhadap perajin Tenun Pagatan mulai memberi dampak pada kapasitas produksi.

Bantuan peralatan yang diberikan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian membuat proses pengerjaan lebih cepat sekaligus membuka kesempatan bagi kelompok perajin untuk menambah tenaga kerja.

Abdul Aziz, perajin sekaligus anggota Kelompok Generasi Tenun Mandiri, mengatakan bantuan tersebut sudah dimanfaatkan dalam kegiatan produksi. Perubahan paling terasa pada waktu pengerjaan kain yang kini jauh lebih singkat.

Dulu satu bulan itu paling bisa satu.Sekarang 20 hari bisa dapat 10, kata Abdul Aziz, Rabu (16/9/2026).

Ia menyebut peningkatan itu membuat kelompok produksi naik sekitar 90 persen. Seiring bertambahnya kapasitas, kelompok juga dapat melibatkan lima pekerja tambahan dalam proses produksi.

Dukungan peralatan yang diberikan Pemkab Tanah Bumbu memang mencakup kebutuhan produksi dari hulu hingga penyelesaian kain. Selain lima alat tenun besar dan tiga alat tenun kecil, bantuan tersebut terdiri atas mesin obras, mesin jahit, mesin potong bahan kain, mesin overdeck, mesin neci benang, mesin jahit kulit sepatu, mesin jahit industrial, hingga setrika uap boiler. Total bantuan senilai Rp264.536.850.

Bagi kelompok, keberadaan alat tersebut memberi kesempatan untuk meningkatkan jumlah produksi tanpa mengubah keterampilan utama yang menjadi ciri Tenun Pagatan. Proses hemat tetap dijalankan, sementara penggunaan alat yang lebih mampu membantu mempercepat pengerjaan.

Hasil produksi kelompok pun tidak hanya tersebar di Tanah Bumbu. Menurut Abdul Aziz, permintaan justru banyak datang dari luar daerah. Kain Tenun Pagatan yang produksinya bahkan telah dikirim kepada pembeli di luar negeri, termasuk India dan Inggris.

Jangkauan pasar tersebut memberikan ruang bagi perajin untuk terus meningkatkan produksi. Dengan kapasitas yang lebih besar, pesanan dari luar daerah dapat disajikan sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang ikut terlibat dalam proses produksi.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mendorong dukungan terhadap perajin terus diarahkan pada pengembangan produksi dan regenerasi. Penambahan peralatan yang diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk belajar sekaligus meneruskan keterampilan yang telah hidup di Pagatan selama berabad-abad.

Bagi Kelompok Generasi Tenun Mandiri, dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah untuk menjaga Tenun Pagatan tetap tumbuh, dengan produksi yang semakin kuat dan menjangkau pasar yang semakin luas.

Kriyanusa 2026 Pengrajin Tamah Bumbu Tampil Di Jakarta

jang Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026), menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tanah Bumbu untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Stand Tanah Bumbu menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kain tenun khas, kerajinan kayu bernilai seni, produk fashion modern, hingga berbagai karya kreatif UMKM lokal. Keberagaman produk tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas perajin, tetapi juga menegaskan komitmen Tanah Bumbu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif , turut hadir dalam pembukaan Kriyanusa 2026 di Jakarta.

Dalam keterangannya, Andi Irmayani menegaskan bahwa keikutsertaan Tanah Bumbu pada ajang bergengsi tersebut merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan kriya daerah sekaligus membuka ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi para perajin serta pelaku UMKM lokal.

Ia menekankan bahwa produk kriya tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan identitas daerah. Oleh karena itu, pengembangan kerajinan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan karakter lokal, sekaligus mendorong inovasi agar produk semakin relevan dengan kebutuhan dan selera pasar.

“Kami terus mendorong agar produk kerajinan Tanah Bumbu memiliki ciri khas yang kuat, namun tetap berkembang mengikuti zaman. Kreativitas, kualitas, dan inovasi menjadi bagian penting agar produk lokal semakin diminati dan memiliki daya saing,” ujar Andi Irmayani.

Sementara itu, Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan menghadirkan 410 stand dengan melibatkan 257 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dekranas dan Dekranasda, kementerian dan lembaga, hingga pelaku UMKM. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara perajin, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam memperluas apresiasi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk kriya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.